Rabu, 20 September 2017
Sosialisasi Pelayanan Hemodialisa di RSUD AM Parikesit Sosialisasi Pelayanan Hemodialisa di RSUD AM Parikesit
09/06/2016 08:46 WITA


Wakil Direktur Pelayanan dr. Mauritz Silalahi, Sp. P saat membuka perencanaan pelayanan hemodialisa di RSUD AM Parikesit (Foto: rhd)

Untuk menjawab kebutuhan masyarakat Kutai Kartanegara (Kukar) dan sekitarnya yang harus menjalani tindakan medis cuci darah tidak perlu lagi pergi jauh ke provinsi, dalam waktu dekat Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit (RSUD AM Parikesit) Kukar akan segera membuka pelayanan hemodialisa (cuci darah), ungkap Wakil direktur Pelayanan RSUD AM Parikesit Kutai Kartanegara dr. Mauritz Silalahi Sp.P saat membuka sosialisasi perencanaan pelayanan hemodialisa.


Sosialisasi ini bertempat di ruang Matahari lantai tiga gedung Garuda yang kegiatannya dihadiri Kepala Bidang Pelayanan Medis dr. Rajiman, Sp. THT-KL, dan beberapa dokter spesialis, seperti spesialis penyakit dalam, spesialis paru, spesialis patologi klinik, dan spesialis bedah umum serta beberapa kepala Instalasi dan Unit RSUD AM Parikesit.


Pihak RS juga mengundang dr. Widodo Sp.PD-KGH dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya untuk melakukan visitasi dan perencanaan pembukaan layanan Hemodialisa di RSUD AM Parikesit.


Spesialis Penyakit Dalam sekaligus penanggung jawab Layanan Hemodialisa RSUD AM Parikesit dr. Muhammad Satriyo Wirawan, Sp.PD mengatakan salah satu terapi untuk pasien dengan penyakit ginjal atau gagal ginjal adalah hemodialisa.


Terapi ini menyedot biaya sangat mahal, karena selain tindakannya mahal juga rutin. Dalam satu minggu pasien bisa menjalani sebanyak 3 kali. Satu kali hemodialisa sekitar Rp. 800 ribu sampai Rp. 2 juta.


"Biayanya bervariasi, tetapi umumnya memang mahal karena dilakukan rutin dan jangka panjang. Tetapi terapi ini sudah dijamin dalam JKN/KIS/BPJS Kesehatan," kata dr. Satriyo.


Hemodialisa atau dikenal juga dengan istilah cuci darah adalah proses pembersihan darah dari zat-zat sampah hasil metabolism melalui proses penyaringan di luar tubuh. Hemodialisa ini dibantu menggunakan bantuan mesin dialisis.


dr. Mauritz Silalahi, Sp.P ketika meninjau ruang hemodialisa mengungkapkan bahwa layanan hemodialisa nantinya dipegang oleh satu dokter spesialis penyakit dalam dan dibantu dua tenaga medik perawat. Pelayanan Hemodialisa ini melayani pasien peserta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan BPJS.


"Rencananya bulan Agustus layanan hemodialisa akan beroperasi sehingga kepada masyarakat tidak perlu jauh-jauh lagi keluar kota untuk cuci darah. Ada empat mesin alat cuci darah yang nantinya tersedia untuk melayani pasien dan bisa melayani 8 pasien," terang dr. Mauritz sapaan beliau sehari-hari.


"Untuk ruangan hemodialisa sudah siap tinggal menunggu para tenaga medis selesai melakukan pelatihan hemodialisa selama tiga bulan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya, Akhir Juli ini para perawat kami selesai dan kembali ke RSUD A.M. Parikesit," tambah dr. Mauritz.


Beliau juga berharap semoga dengan hadirnya pelayanan hemodialisa ini dapat mempermudah perawatan bagi pasien hemodialisa di Kutai Kartanegara dan sekitarnya.
(hms)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi