Minggu, 24 September 2017
RSUD AM Parikesit Ikuti SINOVIK 2016 RSUD AM Parikesit Ikuti SINOVIK 2016
05/04/2016 09:08 WITA


Direktur RSUD AM Parikesit dr. Martina Yulianti, Sp.PD.,FINASIM (ketiga dari kanan) foto bersama Bupati Kukar Rita Widyasari beserta jajarannya setelah kegiatan SINOVIK 2016

Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit (RSUD AM Parikesit) mengikuti Simposium dan Gelar Inovasi Pelayanan Publik (SINOVIK) 2016 di JX International (Jatim Expo) Surabaya, Jawa Timur, Kamis (31/3). Kegiatan yang diprakarsai oleh Kemenpan dan RB bekerjasama dengan Provinsi Jawa Timur ini digelar dari tanggal 31 Maret - 2 April 2016 dan dibuka langsung oleh Menteri PAN dan RB Yuddi Chrisnandi. Kegiatan ini juga dirangkai dengan simposium, pameran, dan gelar inovasi pelayanan publik Nasional 2016 serta penampilan para inovator TOP 99 untuk menyampaikan inovasinya.


Saat membuka kegiatan ini, Menteri PAN dan RB Yuddi Chrisnandi mengatakan ada 2.476 inovasi yang mengikuti kompetisi inovasi pelayanan publik 2016. Mereka berasal dari kementerian, lembaga, institusi, provinsi, kabupaten/kota dan BUMN.


Dalam SINOVIK 2016 ini, RSUD AM Parikesit merupakan salah satu SKPD yang menjadi role model,/i> untuk mendampingi Dinas Perikanan dan Kelautan yang menampilkan inovasi Mbak Rita (Tambak Direvitalisasi). Inovasi Mbak Rita ini termasuk dalam TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik 2016.


RSUD AM Parikesit yang menampilkan SIMARI merupakan salah satu inovasi yang memungkinkan masyarakat mengetahui informasi Tempat Tidur (TT) kosong di RSUD AM Parikesit serta urutan antrian dengan lebih transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.


Menurut Direktur RSUD AM Parikesit, dr. Martina Yulianti Yulianti, Sp. PD.,FINASIM didampingi Kepala Sub Bagian Hukum dan Humas dr. Tri Setyawati Derliana Sahudi didepan para pengunjung mengatakan inovasi SIMARI ini mendorong perbaikan kualitas budaya perilaku melayani pegawai sehinga lebih bertanggung jawab dan bekerja sesuai prosedur yang telah ditetapkan. SIMARI ini juga menuju dalam sasaran reformasi birokrasi dalam hal perbaikan kualitas pelayanan publik serta menunjang UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik.


"Hal ini diharapkan dapat mengurai benang kusut dalam hal sulitnya mendapatkan tempat tidur di rumah sakit dan kami juga bertekad keras untuk berbenah dengan meningkatkan kualitas layanan publik, membangun kualitas SDM, nilai dan kultur organisasi, serta penataan pengawasan yang bekerjasama dengan BPKP Kaltim," ungkap Martina Yulianti.
(hms)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi