Poliklinik Kebidanan Adakan Penyuluhan ASI Eksklusif Poliklinik Kebidanan Adakan Penyuluhan ASI Eksklusif
02/03/2016 08:57 WITA


Ibu Farida sebagai narasumber dari RSAMP memberikan penjelasan kepada para ibu-ibu hamil (Foto: mra)

"ASI (Air Susu Ibu) Eksklusif sendiri adalah pemberian ASI pada bayi yang lahir dari usia 0 - 6 bulan tanpa diberi tambahan makanan dan minuman apapun," ungkap Farida A.Md Keb saat membuka penyuluhan ASI Eksklusif didepan para ibu-ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi usia 0-6 bulan.


Penyuluhan ASI Eksklusif ini merupakan kegiatan tahunan yang di programkan oleh Poliklinik Kebidanan Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit (RSUD AM Parikesit). Kegiatan ini bertempat di ruang Pojok Menyusui lantai dasar Gedung Merak lantai dasar RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang, kamis (18/2) kemarin. Penyuluhan ini dihadiri para ibu-ibu hamil dan ibu yang memiliki bayi dengan narasumber Ibu Farida A.Md. Keb dan Yuli Haryanti A.Md. Keb dari RSUD AM Parikesit.


Diawal acara dilakukan pemutaran video edukasi tentang pentingnya memberikan ASI Eksklusif bagi anak-anak. Kemudian dilanjutkan penjelasan manfaat pemberian ASI pada bayi agar meningkatkan daya tahan tubuh bayi serta mengoptimalkan pertumbuhan rahang bayi.


"Dalam kandungan ASI terdapat vitamin A yang baik untuk mencegah kerusakan pada mata, selain itu ASI jua bermanfaat bagi Ibu yaitu mengurangi resiko kanker payudara, dapat mengurangi pendarahan setelah melahirkan, membantu mempercepat pemulihan kesehatan Ibu serta dapat menguatkan tulang-tulang pasca melahirkan," ungkap Farida saat memaparkan manfaat ASI eksklusif tersebut.


"Di dalam ASI juga terdapat kandungan zat gizi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan kecerdasan anak serta mengandung zat anti infeksi, terutama untuk infeksi saluran pernafasan dan zat kekebalan tubuh sehingga bayi tidak mudah sakit," kata Farida lagi.


Dijelaskan juga bagaimana cara menyusui yang benar, seperti Ibu harus mencuci tangan dengan air bersih yang mengalir sebelum memberikan ASI, perah sedikit ASI lalu oleskan ke putting dan areola sekitarnya, serta ibu harus duduk dengan santai dan kaki tidak boleh menggantung.


Yuli haryanti juga menjelaskan bagaimana posisi bayi ketika sedang menyusu.
Pertama, bayi dipegang dengan satu lengan dan kepala bayi diletakkan didekat siku ibu. Kedua, perut bayi menempel ke tubuh ibu dan lengan yang bawah merangkul tubuh ibu. Ketiga, telinga dan lengan yang ada di atas berada dalam satu garis lurus.


"Mari bersama kita gerakan pemberian ASI Eksklusif bagi anak-anak kita," pesan Yuli haryanti diakhir acara.
(mra)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download