Akhirnya Kantin di RSUD AM Parikesit mulai beroperasi Akhirnya Kantin di RSUD AM Parikesit mulai beroperasi
23/02/2016 06:31 WITA


salah satu kantin yang berada di dalam area RSUD AM Parikesit (Foto: rhd)

Keberadaan kantin di Rumah Sakit merupakan sarana pendukung layanan yang ditujukan kepada pengunjung dan keluarga pasien di Rumah Sakit. Keberadaan kantin-kantin ini sangat membantu RS khususnya pegawai maupun pengunjung (penunggu pasien), sehingga tidak perlu pergi jauh mencari makan.


Kantin di RSUD AM Parikesit terbagi dalam dua area, yaitu kantin yang terletak di dalam area Rumah Sakit dan kantin yang terletak di luar area Rumah Sakit. Kantin-kantin ini dibangun secara swadaya oleh pihak manajemen RSUD ini tidak menggunakan APBD.


Kantin di dalam area Rumah Sakit

Kantin yang berada di dalam area rumah sakit harus mengikuti peraturan yang telah ditetapkan oleh pihak RSUD AM Parikesit. Beberapa persyaratan tersebut diantaranya kantin harus bebas dari kuman dan bakteri sebelum makanan disajikan serta lantai harus kedap air, rata, tidak licin, kering dan bersih. Kantin juga tidak diperbolehkan adanya kegiatan masak-memasak menggunakan kompor, gas, dan minyak. Hal ini dikarenakan persyaratan pendirian sebuah kantin yang berada di dalam area rumah sakit serta untuk keselamatan dan kesehatan rumah sakit.

Untuk sementara, pihak rumah sakit menyediakan 2 (dua) kantin siap saji dan 1 (satu) mini market dengan memanfaatkan tempat yang sudah ditetapkan pihak rumah sakit. Kantin siap saji tersebut terletak di gedung Garuda yang dikelola oleh pihak Prima Rasa. Sedangkan kantin siap saji yang lain terletak di gedung Merak yang dikelola oleh pihak Dharma Wanita RSUD A.M. Parikesit. Mini market sendiri terletak di gedung Elang dekat pintu keluar pengunjung HCU dan ICCU.


Kantin di Luar Area Rumah Sakit

Akhirnya kantin yang terdapat di depan pintu keluar RSUD AM Parikesit mulai beroperasi meskipun belum seluruhnya berjualan. Bangunan kantin semi permanen yang di bangun secara swadaya oleh pihak manajemen RSUD ini tidak menggunakan APBD karena memang secara konsep tata ruang lahan tersebut memang bukan untuk pembangunan kantin.

"Sifatnya hanya darurat untuk memenuhi kebutuhan mendesak terhadap kantin bagi pegawai dan pengunjung RS karena di dalam lingkungan RS belum ada" tegas Martina Yulianti selaku Direktur RSUD AM Parikesit. Karena hal ini hanya darurat maka ada perjanjian antara RS dengan para penjual bahwa harus siap dipindahkan kapanpun jika tanah lokasi kantin tersebut akan digunakan untuk bangunan permanen yang telah direncanakan. Dalam penentuan atau pemilihan penjual, pihak RS selalu berupaya untuk bersikap adil dengan melakukan pengundian yang diikuti oleh semua peminat.

Seleksi ketat dilakukan oleh pihak rumah sakit kepada calon penyewa kantin yang berada diluar area rumah sakit. Banyaknya penawaran yang masuk membuat pihak RS menetapkan 3 (tiga) kriteria untuk memilih menjadi penyewa kantin. Kriteria pertama, pihak rumah sakit mengakomodir penyewa kantin yang pernah beroperasi di Rumah Sakit Tenggarong. Kedua, rumah sakit memberikan kesempatan kepada pegawai RS yang ingin membuka usaha di kantin tersebut. Dan yang terakhir, pihak rumah sakit memberikan kesempatan kepada masyarakat/warga sekitar rumah sakit yang ingin membuka usaha dikantin tersebut.

"Banyak sekali yang ingin berpartisipasi, tapi tempat terbatas sehingga agar adil kita undi dan TIDAK DIPUNGUT BIAYA sama sekali karena RS adalah Zona Integritas, jadi bagi yang merasa pernah memberikan uang kepada pihak RS untuk dapat berjualan, harap untuk melapor ke pihak manajemen, akan diambil tindakan tegas" tegas Martina.

Martina berpesan agar para penjual memperhatikan standar-standar kebersihan dan kesehatan. Kantin di lingkungan RS harus bersih, teratur dan makanan yang dijual aman, tidak kadaluarsa. Dilarang menjual rokok, minuman keras dan sejenisnya.

Ketika disinggung tentang maraknya pertumbuhan tenda-tenda liar sekitar area RS, Martina menegaskan bahwa banyaknya penjual yang datang dan membuka lapak di sepanjang jalan masuk menuju rumah sakit bukan diluar tanggung jawab pihak rumah sakit. Pihak rumah sakit juga tidak pernah memberikan izin untuk berjualan selain tempat yang sudah disiapkan dan penertibannya telah diserahkan kepada pihak yang berwenang.
(hms)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download