Rabu, 20 September 2017
RSUD AM Parikesit Berlakukan Penyesuaian Tarif RSUD AM Parikesit Berlakukan Penyesuaian Tarif
27/12/2015 09:39 WITA


Tampak depan Unit Gawat Darurat RSUD AM Parikesit Tenggarong

Terhitung 1 Januari 2016 RSUD A. M. Parikesit Tenggarong Seberang Berlakukan Penyesuaian Tarif


Terhitung 1 Januari 2016, RSUD A. M. Parikesit Tenggarong Seberang akan memberlakukan penyesuaian tarif. Direktur RSUD A. M. Parikesit, dr. Martina Yulianti, SpPD., FINASIM mengatakan bahwa penyesuaian tarif diberlakukan karena semenjak tahun 2004 tidak pernah dilakukan penyesuaian, sedangkan telah terjadi beberapa kali inflasi yang mempengaruhi kenaikan harga berbagai komoditi barang dan jasa. Tarif RSUD A.M. Parikesit tidak berbeda dengan RSUD Kanujoso Balikpapan yang ada di provinsi yang sama dan juga bertipe B. Terhitung 1 Januari 2016 RSUD A. M. Parikesit juga akan memberlakukan pola tarif sedangkan selama ini tidak memiliki pola yang baku.


Dikemukakan oleh Direktur RSUD A. M. Parikesit bahwa unit biaya operasional dan pelayanan rumah sakit ini sudah dihitung tahun lalu bersama para dokter spesialis dan konsultan dari UGM. Meski tarif RSUD yang berbentuk Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) ini cukup ditetapkan dengan Peraturan Bupati namun pihak manajemen RS telah mengkomunikasikan hal tersebut dengan Komisi IV DPRD Kutai Kartanegara serta tokoh masyarakat dan sudah ada kesesuaian pendapat tentang penyesuaian tarif tersebut.

Dr. Martina Yulianti, Sp.PD., FINASIM menjelaskan bahwa telah terjadi beberapa kali kenaikan pengeluaran operasional seperti pembiayaan listrik, air,dan telepon. Dijelaskan bahwa untuk menyesuaikan tarif rumah sakit, telah diperhitungkan biaya satuan rumah sakit untuk setiap tindakan pelayanan dan operasional yang dilakukan. Sebagai contoh, pasien mendapatkan gizi (makanan) tiga kali dalam sehari, asuhan keperawatan, pemeriksaan dokter (visite), dan beberapa fasilitas pelayanan lain yang menunjang proses kesembuhan pasien.


Dijelaskan oleh Direktur RSUD A. M. Parikesit bahwa jika tetap mengacu pada tarif lama, maka tarif tersebut tidak bisa mengakomodir operasional rumah sakit. Sedangkan RSUD A. M. Parikesit berstatus Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang dituntut untuk bisa membiayai sendiri sebagian besar kegiatan operasionalnya. Penyesuaian tarif ini berkaitan dengan tindakan medis dan berlaku di semua kelas baik kelas 3, kelas 2, kelas 1 dan VIP. "Kami tidak membedakan tarif pelayanannya. Semua akan dipukul rata. Misalnya biaya operasi baik yang dikelas 3 maupun di VIP akan sama, yang membedakannya hanya tarif kamar, karena pelayanan medis untuk semua kelas juga sama.


Penyesuaian pola tarif ini mempertimbangkan faktor keadilan karena berlaku bagi pasien-pasien yang mampu. Bagi pasien yang tidak mampu sudah ada BPJS yang menjamin. Dan terhitung sejak 1 Januari 2016 Jamkesda Kutai Kartanegara juga akan beralih ke JKN melalui BPJS Kesehatan, dimana untuk masyarakat miskin dan tidak mampu iurannya akan dibayarkan oleh Pemerintah.Sedangkan bagi peserta JKN pekerja penerima upah dan pekerja bukan penerima upah sudah diatur prosedur pendaftarannya. Penyesuaian tarif ini tidak berpengaruh pada pasien yang yang menggunakan BPJS karena sistem pembayaran BPJS adalah berdasarkan paket yang telah ditetapkan oleh pihak BPJS. Namun bagi pengguna BPJS yang "naik kelas" (menginginkan perawatan di atas kelas yang merupakan haknya), maka pasien harus membayar biaya selisih antara tarif RS dengan nilai paket dari BPJS. Perlu diketahui hanya pasien non PBI (non Penerima Bantuan Iuran) yang diperkenankan "naik kelas". Tentu saja penyesuaian tarif tersebut akan diikuti dengan perbaikan layanan kesehatan di RSUD AM Parikesit.


Dalam 2 tahun terakhir RSUD A. M. Parikesit terus berbenah dengan melakukan berbagai perbaikan. Gedung baru yang megah dan dilengkapi dengan fasilitas dan alat kesehatan yang canggih dengan berbagai keunggulannya. Untuk pelayanan telah didesign sistem yang semakin mudah, cepat, responsif dan berdasarkan standar akreditasi rumah sakit secara nasional oleh KARS (Komisi Akreditasi RS) maupun secara internasional oleh JCI (Joint Committe International).


Peningkatan kualtas sumber daya manusia (SDM) menjadi perhatian yang serius untuk saat ini. Untuk itu telah dijalin kerjasama dengan institusi pendidikan dan pelatihan serta rumah sakit ternama di Indonesia. Hingga saat ini telah dilakukan pelatihan capacity building, service from heart, leading with heart, service excellent dan banyak sekali pelatihan yang bertujuan untuk memperbaiki sikap melayani dan agar tumbuh budaya kerja yang lebih baik bagi seluruh pegawai RSUD AM Parikesit. Para leader pun di beri bekal kepemimpinan dan dilatih utntuk menjadi agen perubahan untuk mendukung perubahan budaya kerja. Disamping itu terdapat pelatihan yang bersifat peningkatan kompetensi seperti pelatihan ICU, ICCU, PICU, NICU, perinatalogy, pelatihan instrumen, hemodialisa dan banyak lagi.


Lalu, RSUD AM Parikesit juga mengadakan pelatihan keselamatan kerja seperti pelatihan APAR (alat pemadam api ringan), pelatihan Bantuan Hidup Dasar dan pelatihan evakuasi apabila terjadi hal-hal emergency yang menyangkut keselamatan pasien, pengunjung dan pegawai RS.


Tidak hanya peningkatan kualitas SDM saja yang dilatih, tetapi juga kini RS didukung dengan perlengkapan dan peralatan yang lebih lengkap dan modern, seperti alat diagnostic telah dilengkapi dengan endoskopi yang dilakukan oleh para spesialis penyakit dalam, broncoscopy dan spirometry yang dilakukan oleh para spesialis paru, pemeriksaan nasofaringoscopi, audiometric dan Oto Acoustic Emition (OAE) oleh spesialis THT-KL, CT-Scan 128 slice, dan telah tersedia USG (Ultrasonography) yang dapat memeriksa otot serta X- ray stationary yang dilengkapi dengan DR (Digital Radiography)sehingga foto rontgen tidak perlu cuci film secara konvensional namun langsung di print/cetak.


RSUD AM Parikesit juga kini telah memiliki gedung baru dengan kapasitas 400 tempat tidur yang terdiri dari 3 ruang VVIP, 32 ruang VIP, kelas 1 dengan 46 tempat tidur, kelas 2 dengan 60 tempat tidur dan kelas 3 dengan total 192 tempat tidur.


Tidak hanya itu saja, gedung baru ini juga dilengkapi dengan ruang isolasi untuk pasien infeksi (airborne/non airborne), bank darah, ruang perinatologi dan VK (ruang bersalin) yang kapasitasnya lebih besar, ruang perawatan luka bakar, ruang PICU, ICCU, NICU, ruang rawat gabung bagi ibu yang mau melahirkan, dan ruang khusus anak.


Sistem pelayanan juga dibenahi dengan adanya sistem pendaftaran berbasis elektronik dengan menggunakan mesin antrian di poliklinik. Dalam waktu dekat akan diresmikan juga pendaftaran poliklinik secara online. Disetiap front office akan dilengkapi dengan perangkat panel kepuasan yang akan memudahkan pasien dan keluarga pasien dalam memberikan feedback/timbal balik terhadap layanan yang diterimanya secara langsung. Feedback pasien dan keluarga pasien sangat penting bagi pihak manajemen RS untuk mengetahui persoalan-persoalan yang dihadapi dalam memberikan pelayanan. Evaluasi yang rutin dan terus menerus akan bermanfaat untuk meningkatkan performance pelayanan kesehatan.


Untuk mengetahui ketersediaan tempat tidur di ruang rawat inap, RSUD AM Parikesit memiliki Sistem Informasi Manajemen Admisi Rawat Inap (SIMARI) yang dapat dipantau secara online melalui www.rsamp.id/simari.php dan akan di sediakan bagi masyarakat beberapa unit display/monitor SIMARI di tempat-tempat strategis di rumah sakit untuk dapat memantau ketersediaan tempat tidur di rawat inap.


Untuk menjalin komunikasi yang dialogis diantara internal dan eksternal publik, RSUD A. M. Parikesit juga telah membangun website dan tergabung dalam media sosial yang popular seperti facebook, twitter dan instagram. Situs resmi RSUD A. M. Parikesit www.rsamp.id menyediakan berita-berita yang informatif dan dilengkapi dengan navigasi-navigasi yang memungkinkan bagi netizens untuk ikut memberikan ide, kritik, saran, pengaduan, dan berpartisipasi untuk mengembangkan pelayanan kesehatan yang lebih baik.


dr. Martina Yulianti, Sp. Pd., FINASIM berharap dengan bertambah kapasitas tempat tidur yang lebih banyak dan semakin lengkapnya peralatan medis, serta semakin berkompetennya SDM yang tidak kalah dengan rumah sakit di Jawa, tidak ada lagi pasien yang dirujuk keluar kota atau ke rumah sakit lain yang semakin memperbesar biaya Dipastikannya pola tarif baru ini tidak membebani masyarakat karena hampir sebagian besar pasien sudah terdaftar sebagai pasien BPJS.



Baca Juga :

Mulai 1 Januari 2016, jamkesda digantikan BPJS

Yang dijamin Hanya Masyarakat Miskin dan Rawan Miskin

Tata Cara Pendaftaran BPJS Online


(hms)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi