Minggu, 24 September 2017
RSUD AM Parikesit adakan Training Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit RSUD AM Parikesit adakan Training Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit
01/12/2015 07:40 WITA


peserta mendengarkan penjelasan dari narasumber dr. Roosmirsa Gayatri, M. Sc mengenai K3

Selama ini ruang lingkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) biasanya selalu dihubungkan dengan proses industri atau pertambangan dengan resiko yang tinggi (high risk), seperti pabrik dan perusahaan tambang. Banyak fungsi dan manfaat yang masyarakat tidak tahu bahwa K3 juga mendapat posisi yang penting di dunia medis atau pelayanan kesehatan seiring dengan adanya Keputusan Menteri Kesehatan RI No. 1087/Menkes/SK/VIII/2010 tentang standar penerapan K3 untuk Rumah Sakit (K3RS).


Hal tersebut dikatakan Wakil Direktur Pelayanan RSUD AM Parikesit dr. Mauritz Silalahi, Sp. P saat membuka Inhouse Training Kesehatan dan Keselamatan Kerja Rumah Sakit (K3RS) yang dihadiri Kepala Bagian Keuangan Sudjono, Kepala bidang Keperawatan Hj. Heldiana, Kepala Bidang Penunjang dr. Boediman Tandadjaja, Kepala Bagian Pengembangan dr. Haryanto, Kepala Bagian Umum Jafar Sidik serta diikuti sekitar 44 pegawai RSUD AM Parikesit sebagai peserta K3RS, Selasa (1/12) di ruang Martadipura Gedung Bappeda, Tenggarong.


Menurut Mauritz Silalahi, Kesehatan dan Keselamatan Kerja bagi pekerja di rumah sakit dan fasilitas medis lainnya perlu diperhatikan. Demikian pula penanganan faktor potensi berbahaya yang ada di rumah sakit serta metode pengembangan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja disini perlu dilaksanakan, seperti misalnya perlindungan baik terhadap penyakit infeksi maupun non-infeksi, penanganan limbah medis, penggunaan alat pelindung diri dan lain sebagainya. "Selain terhadap pekerja di pelayanan medis, K3 di rumah sakit juga termasuk dalam program keamanan pasien dan hak-hak pasien," katanya.


Diakhir sambutannya, mauritz silalahi berharap peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan baik dan dapat mengimplementasikan pada unit/instalasi masing-masing dan tentunya rumah sakit menjadi RSUD AM Parikesit yang terstandar sesuai dengan akreditasi KARS/JCI.


dr. Santi Rini, Sp. BA selaku panitia K3 RSUD AM Parikesit mengatakan, maksud dan tujuan diadakan Inhouse K3RS ini, yang pertama untuk memaknai dan menguasai sistem manajemen K3 di RS, kedua memahami dan menguasai terkait dengan kebijakan dan peraturan K3 di RS, ketiga agar peserta mampu membuat, mendokumentasikan serta merencanakan program-program K3 untuk disosialisasikan di masing-masing unit untuk menciptakan kerja yang aman dan meningkatkan kepercayaan dan kepuasan pasien serta peserta mampu mengimplementasikan K3 dalam aktivitas kerja dan upaya-upaya pencegahan bahaya kebakaran, banjir, dan tanah longsor. Keempat, mempunyai keterampilan dan keahlian dalam evakuasi pasien dan penyelamatan dokumen aset-aset penting. Kelima, meningkatkan kualitas pelayanan dan SDM di RS. Terakhir, untuk menyiapkan RS memenuhi standar akreditasi RS (KARS/JCI).



Peserta foto bersama dengan para narasumber dari Unit K3 RSUP Dr. Sardjito, Yogyakarta
Foto:

"Pelatihan ini dilakukan untuk membekali para pegawai rumah sakit, khususnya bagi para pekerja yang langsung berhubungan dengan pekerjaan berisiko tinggi, baik risiko kepada dirinya maupun pasien yang dilayaninya," tambahnya.


Pelatihan ini dilaksanakan selama tiga hari dimana hari pertama dan kedua untuk teori K3 serta hari terakhir untuk silumasi dan praktik yang dilakukan di RS Tenggarong Seberang. Pelatihan K3 RS dengan narasumber dari Unit Kesehatan dan Keselamatan Kerja RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta dr. Roosmirsa Gayatri, M. Sc, Agus Cahyono, S. Pd, dan Ruwanto, S. ST.
(rhd)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi