Rabu, 20 September 2017
Service Excellence From Heart, Langkah Rumah Sakit Capai Perubahan Menuju Perpindahan Service Excellence From Heart, Langkah Rumah Sakit Capai Perubahan Menuju Perpindahan
24/11/2015 06:53 WITA



Survey menunjukkan bahwa 86 persen pelanggan/Customer mengakhiri ( menghentikan) transaksi karena pelayanan yang diterima dianggap buruk tanpa menyampaikan kekecewaan nya (According to the White House Office Of Customer Affair), hanya 4 persen yang langsung menyampaikan keberatannya. Oleh karena itu seorang pelayan kesehatan atau karyawan rumah sakit seyogyanya memiliki kemampuan dalam melayani pelanggan secara baik melalui Verbal Communication, Languge, dan Handling Complain.


Berkaitan dg rencana kepindahan RSUD AM Parikesit ke gedung baru di Tenggarong Seberang yang lebih besar dengan fasilitas yang lebih lengkap maka untuk memenuhi tuntutan terhadap pelayanan yang lebih baik pula, Rumah sakit terus menggenjot untuk melakukan pembenahan di sektor pelayanan. RSUD A.M Parikesit berkerja sama dengan ESQ Leadersip Center melakukan pelatihan Service Excellence from heart di Ballroom Mulawarman Hotel Grand Elty tenggarong, 19 November 2015. Sebanyak 70 peserta yang merupakan karyawan RSUD A.M Parikesit mengikuti pelatihan ini.



Foto:

Dari pelatihan ini peserta dijelaskan bahwa untuk melayani pelanggan skill saja tidaklah cukup, perlu kerterlibatan hati didalam memberikan pelayanan, juga di jelaskan kenapa harus melayani dengan prima, apa yang sebenarnya diinginkan pelanggan, enam level Customer service, serta bagaimana melakukan pelayanan dari hati atau Service from heart in practice.


Acara ini dibuka sekaligus ditutup langsung oleh Kepala bagian Pengembangan RSUD A.M Parikesit dr. Haryanto Soedarno, M. Adm. Kes. Dalam sambutanya beliau mengatakan bahwa Salah satu fungsi organisasi rumah sakit adalah memberikan pelayanan kesehatan pada masyarakat yang membutuhkan. saat ini sudah menjadi rahasia umum bahwa kualitas pelayanan yang diberikan oleh rumah sakit di Indonesia sebagian besar masih dibawah standar dan membuat masyarakat yang menerima pelayanan mengalami ketidakpuasan, kekecewaan bahkan sampai timbul emosional. Hal tersebut bisa terjadi salah satunya disebabkan oleh adanya individu individu tenaga kesehehatan yang kurang memiliki kualitas melayani yang dapat memenuhi harapan masyarakat.

Berdasarkan hal tersebut diatas RSUD A.M PArikesit tenggarong saat ini melaksanakan reformasi budaya kerja di semua unit dan instalasi. Maka diperlukan suatu pembelajaran (Transfer Of Knowledge) yang memiliki tujuan dan manfaat meningkatan kemampuan individu tenaga kesehatan untuk dapat memenuhi harapan dan keinginan masyarakat di Kutai Kartanegara. Salah satu kegiatanya melalui training Service From heart (pelatihan melayani dari hati).

Diharapkan seluruh karyawan di lingkungan RSUD A.M Parikesit dapat memberikan pelayanan kepada sesama karyawan (pelanggan internal) dan masyarakat Kutai Kartanegara (Pelanggan Eksternal) dengan kemampuan yang optimal. Kemampuan optimal para karyawan dalam melayani pasien, keluarga pasien, dan orang disekitarnya baru dapat dimunculkan dalam keseharaian bekerjanya, apabila setiap tenaga kesehatan di RSUD A.M Parikesit memiliki hati yang mengerti dan memahami posisinya sebagai pelayan bagi masyarakat.

(cnd)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi