Minggu, 24 September 2017
Pohon untuk Paru-paru Kehidupan Pohon untuk Paru-paru Kehidupan
13/11/2015 12:01 WITA


Wakil Direktur RSUD AM Parikesit Sudjono melakukan penanaman pohon (Foto: mrz)

Dalam rangka memperingati Bulan Menanam Pohon Nasional 2015, Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit (RSUD AM Parikesit) bekerjasama dengan Forum Komunikasi Kepala Teknik Tambang (KTT) Kabupaten Kutai Kartanegara melakukan penanaman pohon bersama di lahan RSUD AM Parikesit Tenggarong Seberang. Hadir pada Kegiatan ini, manajemen RSUD AM Parikesit beberapa pegawai RS, Para Kepala Teknik Tambang yang lokasi pertambangannya di wilayah Kutai Kartanegara, dan Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Kutai Kartanegara Slamet Hadiraharjo, Kamis (12/11) kemarin.


Dalam aksi ini, sekitar 150 bibit pohon bantuan dari Forum Komunikasi KTT ditanam di lahan RSUD AM Parikesit Tenggarong seberang seluas 7 hektare. Kepala Distamben Slamet Hadiraharjo yang membuka kegiatan ini turut melakukan penanaman secara simbolis bersama Wakil Direktur RSUD AM Parikesit Sudjono dan Ketua Forum Komunikasi KTT Katon Sulistyo.


Dalam Sambutannya Direktur RSUD AM Parikesit yang diwakili Wakil Direktur Sudjono mengatakan bahwa kami selaku manajemen RSUD AM Parikesit sangat menyambut baik dukungan dan kegiatan penanaman pohon di lingkungan RS ini, apalagi untuk di gedung RS yang baru ini masih sangat kekurangan pepohonan.


"Dengan banyak pohon pasti lebih teduh, asri, dan nyaman apalagi ini lingkungan RS yang dimana pasien membutuhkan suasana yang nyaman dan asri agar pasien bisa cepat sembuh," ungkapnya.


Beliau juga berharap dan berpesan kepada seluruh pegawai RS agar pohon-pohon yang ditanam untuk dijaga sekaligus memeliharanya, karena kalau ditanam saja tetapi tidak dipelihara sama saja kita melakukan kegiatan yang buang-buang waktu dan sia-sia.



Kepala Distamben Kukar Slamet Hadiraharjo menyerahkan bibit pohon kepada Wakil Direktur RSUD AM Parikesit Sudjono
Foto: mrz

Kepala Distamben Kukar Slamet Hadiraharjo sangat mengapresiasi kegiatan ini karena merupakan bagian dari upaya penyelamatan lingkungan dan juga sejalan dengan program pemerintah tentang penghijauan serta bertujuan menambah penyerapan karbon untuk mencegah dampak perubahan iklim.

"Sekarang dampak perubahan iklim menjadi sangat mendesak. Oleh karenanya harus menjadi perhatian kita bersama jika bukan kita sebagai orang Kukar dan Kaltim, siapa lagi yang akan memerhatikan daerah kita. Karena orang dari luar hanya bisa berkomentar saja, yang bertanggung jawab adalah kita dan kita adalah yang merasakan dampak langsungnya," terangnya.


Beliau juga berharap untuk kedepannya, dalam kegiatan seperti ini melalui penanaman pohon bisa melestarikan buah-buah lokal dan pohon-pohon khas Kalimantan seperti Buah Kuini, Buah Elay, Pohon Ulin, pohon Sungkai, dan pohon Balau. Buah-buah dan pohon-pohon ini jika tidak ditanam dari saat ini, selain pohon yang tua bisa mati dan kebiasaan orang kita, ketika mengambil buahnya ada yang menebang pohonnya langsung.
(rhd)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi