Rabu, 20 September 2017
Pelatihan Basic Life Support untuk Pegawai Baru RSUD AM Parikesit Tenggarong Pelatihan Basic Life Support untuk Pegawai Baru RSUD AM Parikesit Tenggarong
22/10/2015 11:25 WITA



Tenggarong - Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit (RSUD AM Parikesit) Tenggarong kembali mengadakan pelatihan Basic Life Support (BLS) gelombang ke-5 yang diadakan di Ruang Aula RSUD AM Parikesit Tenggarong pada rabu (21/10) kemarin. Pelatihan ini dibuka oleh Wakil Direktur Pelayanan RSUD AM Parikesit dr. Mauritz Silalahi, Sp. P yang didampingi oleh Kasi Pelayanan Medis Rawat Inap dr. Ibnoe Soedjarto M. Si Med., Sp. S dan serta diikuti 46 pegawai yang baru diterima di RSUD AM Parikesit Tenggarong.

Mauritz Silalahi dalam sambutannya mengatakan bahwa BLS merupakan usaha yang dilakukan untuk mempertahankan kehidupan pada saat pasien ataupun korban mengalami keadaan yang mengancam jiwa. "Tujuan dari BLS ini adalah untuk mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya respirasi dan memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi dari korban yang mengalami henti jantung atau henti napas melalui Resusitasi Jantung Paru (RJP)," tambahnya.

dr. Slamet Suswantoro, Sp. BA, selaku narasumber pelatihan BLS ini menjelaskan bahwa RJP dilakukan ketika ada seseorang yang tiba-tiba tidak sadarkan diri, misalnya seperti seseorang yang tenggelam atau tergeletak ditengah jalan. "Jika BLS dilakukan dengan cepat, tingkat keberhasilan pun semakin besar, keterlambatan hanya 1 menit maka tingkat keberhasilan 98%, jika 2 menit menurun menjadi 50% dan jika sudah terlambat sekitar 10 menit maka kemungkinan berhasil hanya sekitar 1%," ungkapnya.

Langkah-langkah RJP harus dilakukan dengan urutan yang benar, yaitu (DR. ABC) : Dengerous (Penolong dan Pasien dalam keadaan aman dari hal yang membahayakan), Respons (mencoba untuk mencari respon dari korban atas rangsangan yang kita berikan dengan cara memanggil, menepuk dan memberikan rangsangan nyeri), setelah itu mintalah bantuan disekitar untuk menghubungi Bantuan terdekat, Airway (Membuka jalan napas korban dengan cara meluruskan kepala keatas), Breathing (Memeriksa apakah korban bernapas atau tidak), Circulation (Merasakan ada tidaknya denyut nadi).

RJP diberikan 2 kali pernapasan efektif (mulut ke mulut atau mulut ke hidung) dan dilanjutkan dengan 30 kali kompresi dada. Dilakukan terus menerus sebanyak 5 kali (Satu siklus), lalu periksa kembali pernapasan dan denyut nadi korban sampai pasien hidup kembali, bantuan datang, korban dipastikan meninggal.

Setelah narasumber menuturkan penjelasannya, peserta melakukan praktek BLS dengan cara dan tahapan yang benar. Praktek BLS dibimbing langsung oleh 2 perawat profesional yaitu, Aspian Nur, S.ST dan Harsono, S.ST., M.Adm. Kes., sehingga bisa mengoreksi apabila terjadi kesalahan dalam melakukan praktek BLS ini.

Untuk diketahui, pelatihan BLS ini merupakan salah satu pelatihan yang diadakan agar terwujudnya akreditasi KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) 2012 di RSUD AM Parikesit. Pelatihan ini diperuntukkan bagi seluruh pegawai RSUD AM Parikesit dan telah dilaksanakan secara bertahap serta hingga kini telah dilaksanakan pelatihan BLS gelombang ke-5.
(mrz)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi