Minggu, 24 September 2017
Serapan Anggaran Pengadaan Alkes RSUD AM Parikesit Sedang dalam Proses Serapan Anggaran Pengadaan Alkes RSUD AM Parikesit Sedang dalam Proses
07/09/2015 11:41 WITA


Alat Kesehatan MRI (Foto: ilustrasi)

Pengadaan Alkes di RSUD AM Parikesit Tenggarong terus berproses sesuai dengan implementasi kebijakan-kebijakan baru yang dikeluarkan oleh Pemerintah Pusat. Hal ini dikemukakan oleh Direktur RSUD A. M. Parikesit Tenggarong, dr. Martina Yulianti, Sp. PD, FINASIM. "Kita menerapkan prinsip kehati-hatian dan mematuhi terhadap regulasi-regulasi hukum berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa," ungkapnya.


Dijelaskan bahwa langkah yang dilakukan oleh pihak manajemen adalah dengan pendalaman regulasi baru yakni Inpres. No. 1 Tahun 2015 yang mengamanatkan bahwa pembelian barang yang ada di E-Katalog wajib menggunakan E-Purchasing. Melalui E-Katalog ini pihak RS dapat memilih alat yang akan dibeli secara langsung melalui website LKPP setelah melalui proses yang cukup panjang dalam pemilihan alat yang akan di beli. Dimulai dari identifikasi kebutuhan hingga akhirnya memilih alat yang memiliki spesifikasi sesuai dengan kebutuhan user dan harga yang sesuai dengan anggaran yang tersedia. Setelah itu pihak RSUD dapat berkontrak langsung dengan penyedia melalui pembelian secara elektronik ini tanpa melalui rekanan. Dari keseluruhan anggaran alkes sekitar 80 persen menggunakan E-Purchasing.


Ditekankan oleh Dirut RS AMP bahwa pembelian alkes melalui E-Katalog sudah melakukan kontrak dan hanya menunggu barang datang. "Sebagaimana kaidah pengadaan barang dan Jasa, pembayaran baru akan dilakukan setelah barang lengkap dan dilakukan uji fungsi. Saat itulah baru anggaran terserap. Keadaan ini mengakibatkan serapan anggaran yang terlihat masih rendah meski sebenarnya proses pengadaan sudah on progress. Pengadaan alkes melalui E-Katalog mendorong terciptanya proses pengadaan yang transparan, akuntabel, efektif, dan sangat efisien. Pihak RS sangat terbantu dengan Inpres No. 1 tahun 2015 ini," tambahnya.


"Kami telah mencanangkan zona integritas di RSUD AMP, oleh karena itu prinsip kehati-hatian dan kepatuhan terhadap produk-produk hukum berkaitan dengan pengadaan barang dan jasa menjadi utama. Dan untuk mewujudkannya kami melibatkan narasumber dari LKPP, BPKP untuk melalui review spesifikasi, HPS dan pemeriksaan hasil pekerjaan," ungkapnya lagi.


Saat ini RSUD AMP menganggarankan untuk pembelian alkes mencapai sekitar 50 persen selain anggaran untuk beberapa kegiatan operasional. Kegiatan operasional rutin diantaranya pengadaan cleaning service dan logistik pasien dengan menggunakan sistem pembayaran kontrak harga satuan sehingga penyerapan anggaran terjadi secara bertahap.


(rhd)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi