Rabu, 20 September 2017
Kerjasama dengan Pro Emergency, RSAMP lakukan pelatihan BTLS dan BCLS Kerjasama dengan Pro Emergency, RSAMP lakukan pelatihan BTLS dan BCLS
07/09/2015 09:28 WITA


Instruktur memberikan simulasi kepada peserta BTCLS RSUD AM Parikesit (Foto: hms)

Sejalan dengan semangat mewujudkan akreditasi KARS (Komisi Akreditasi Rumah Sakit) 2012 di Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit (RSUD AM Parikesit), berbagai langkah pun dilakukan. RSUD AM Parikesit melakukan In House Training Basic Trauma Life Support (BTLS) dan Basic Cardial Life Support (BCLS) bekerja sama dengan Pro Emergency Jakarta. Acara ini dibuka oleh Wakil Direktur RSUD AM Parikesit dr. Mauritz Silalahi, Sp. P dan dihadiri jajaran manajemen RSUD AM Parikesit. Pelatihan ini diikuti sebanyak 42 tenaga medis RSUD AM Parikesit yang dilaksanakan di ruang Aula RS dan halaman parkir depan RSUD AM Parikesit Tenggarong selama 5 hari sejak hari Selasa (1/9) hingga Sabtu (5/9) kemarin.


Mauritz Silalahi dalam sambutannya mengatakan, untuk mewujudkan akreditasi KARS di RSUD AM Parikesit, berbagai langkah dilakukan RS diantaranya pelatihan BTLS dan BCLS bagi seluruh perawat RS dan akan dilakukan secara bertahap. "Seluruh perawat RSUD AM Parikesit harus mampu meningkatkan skill dan kualitasnya agar visi dan misi RSUD AM Parikesit menuju RS yang berstandar internasional tercapai," ujarnya.


Mauritz Silalahi berharap setelah mendapatkan pelatihan ini, peserta mampu meminimalisir kesalahan dalam melakukan pertolongan kepada pasien penderita gawat darurat sehingga keselamatan pasien menjadi terjamin dan tinggi.



Peserta melakukan simulasi BTCLS
Foto: hms

BTLS dan BSLS adalah pelatihan yang ditujukan kepada perawat dan tenaga paramedik untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam menangani penderita gawat darurat karena trauma.


Pengetahuan dalam menanggulangi penderita gawat darurat memegang porsi yang paling besar dalam menentukan keberhasilan pertolongan. Pada banyak kejadian penderita gawat darurat trauma dan kardiovaskuler justru meninggal atau mengalami kecacatan yang diakibatkan karena kesalahan dalam melakukan pertolongan.


kegiatan pelatihan ini bertujuan untuk:

1. Peserta memahami sistem penanggulangan penderita gawat darurat terpadu.

2. Peserta memahami konsep dasar penanggulangan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma sesuai standar internasional.

3. Peserta mampu mengenali keadaan yang mengancam nyawa pada penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma.

4. Peserta mampu melakukan penanggulangan / penanganan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma berdasarkan prioritas masalah.

5. Peserta mampu melakukan triage baik dilokasi bencana atau kecelakaan atau di Unit Gawat Darurat (UGD).

6. Memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam penanggulangan penderita gawat darurat kardiovaskuler dan trauma yang memadai untuk bekerja di UGD, ICU, Klinik, Puskesmas dan Ambulans Gawat Darurat.


sumber : proemergency.com
(rhd)


foto bersama tim pro emergency dan peserta setelah penutupan BTLS dan BCLS di RSUD AM Parikesit (Foto: hms)
Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Konsultasi Kesehatan

PPID

Akreditasi

Download

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi