Prosedur Pelayanan Rawat Inap di RSUD AM Parikesit Prosedur Pelayanan Rawat Inap di RSUD AM Parikesit
22/08/2015 12:50 WITA


Tampak depan Unit Gawat Darurat RSUD AM Parikesit Tenggarong (Foto: can)

Dalam rangka pembangunan zona integritas di Rumah Sakit Umum Daerah Aji Muhammad Parikesit (RSUD AM Parikesit), pihak manajemen terus berupaya membangun infrastruktur kebijakan dan panduan dalam pelayanan maupun panduan dalam rangka pembentukan budaya melayani yang baik.


Diantaranya dengan diterbitkannya Buku Panduan Perilaku yang menjabarkan nilai-nilai organisasi (Profesional, Peduli, Adil, Tulus, Kebersamaan) kedalam perilaku sehari-hari baik yang boleh (DO maupun yang tidak boleh (DON'T) dilakukan oleh karyawan dalam melaksanakan tugasnya.


Buku pedoman berobat pun telah disusun untuk memberikan informasi yang jelas kepada pasien dan keluarga mengenai alur berobat di RSUD AM Parikesit.


Tidak dipungkiri bahwa masih banyak masyarakat yang belum mengetahui alur yang benar ketika berobat ke RS dan seringkali ketidaktahuan ini menimbulkan salah paham ataupun salah persepsi yang dapat berujung kepada hal-hal yang merugikan kedua belah pihak, sebagai contoh alur pasien berobat ke poliklinik serta kriteria kasus yang berobat ke poliklinik tentu berbeda dengan kriteria kasus yang berobat ke UGD.


Pelayanan di UGD adalah untuk kasus dengan keadaan GAWAT dan DARURAT. Petugas UGD akan meng-assessment pasien melalui pemeriksaan awal (triage), yang kemudian akan mengelompokan pasien berdasarkan berat ringan kondisi pasien.


Pasien UGD terbagi menjadi 4 kategori yaitu :

- Pasien status hijau (pasien dalam kondisi tidak gawat / tidak darurat sehingga dapat ditunda / ke Poliklinik jika dalam jam kerja)

- Pasien status kuning (pasien dalam keadaan darurat tetapi tidak gawat sehingga dapat menunggu)

- Pasien status merah (pasien dalam keadaan GAWAT dan DARURAT sehingga membutuhkan pertolongan segera)

- Pasien status hitam (kondisi pasien yang tidak mempunyai harapan hidup)


Pasien yang masuk dalam kategori merah antara lain : pasien gagal jantung, luka bakar, stroke, gagal nafas, patah tulang, perdarahan otak. Untuk kasus-kasus seperti ini harus segera didahulukan dan dengan terpaksa menunda pasien dengan status kuning dan hijau.


Pasien yang masuk dalam kategori status hijau adalah dengan keadaan umum baik seperti memar di kulit, luka lecet, tertusuk duri, panas atau gangguan lambung. Keadaan ini adalah kondisi yang masih dapat ditunda (dialihkan pelayanannya ke poliklinik rawat jalan selama masih dalam jam pelayanan poliklinik).


Pelayanan di Poliklinik adalah untuk kasus-kasus yang tidak gawat dan tidak darurat. Karena sifatnya elektif, masih dapat ditunda sehingga pelayanannya didasarkan pada sistem antrian. Pasien yang datang lebih dahulu dilayani lebih awal. Semakin banyak pasien yang berkunjung kepoliklinik, semakin panjang pula antriannya.


Semoga apa yang kami sampaikan di atas dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan pelayanan di RSUD AM Parikesit.

Kami juga menerima dan menghargai kritik dan saran yang membangun dari stakeholder berkaitan dengan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh RSUD AM Parikesit Tenggarong untuk menjadi lebih baik lagi.

(rhd)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download