RSUD A.M. Parikesit Dapatkan Penghargaan Sebagai Role Model Pelayanan Publik Sangat Baik dari 59 RSUD Kabupaten/Kota Se-Indonesia RSUD A.M. Parikesit Dapatkan Penghargaan Sebagai Role Model Pelayanan Publik Sangat Baik dari 59 RSUD Kabupaten/Kota Se-Indonesia
02/03/2017 19:49 WITA



Monitoring dan evaluasi pelayanan publik pada 59 Kabupaten/kota Role Model, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi menetapkan Rumah Sakit AM Parikesit sebagai RSUD yang mendapatkan nilai tertinggi (SANGAT BAIK ) dari 59 RSUD Kabupaten/kota yang dievaluasi pada tahun 2016. Penyerahan penghargaan terhadap capaian tersebut berlangsung di Ruang Serbaguna Kementrian PANRB, Jakarta Kamis (2/3).

Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Menteri PANRB Asman Abdur kepada Bupati Kutai Kartanegara Rita Widyasari, PhD didampingi oleh Direktur RSUD A.M. Parikesit dr. Martina Yuliati, SP.PD FINASIM dan disaksikan oleh peserta dari 59 Kabupaten/Kota yang hadir.

Dalam sambutanya, MenPANRB menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini bertujuan untuk mengapresiasi kepala daerah dan unit kerja penyelenggara pelayanan publik yang memiliki komitmen tinggi dalam peningkatan kualitas pelayanan publik didaerah dan unit kerjanya.

"unit penyelenggara pelayanan yang masuk kategori sangat baik diharapkan menjadi percontohan bagi unit penyelenggara pelayanan publik lainya" ujar Menteri Asman.

Perlu diketahui RSUD A.M Parikesit merupakan salah satu unit penyelenggara pelayanan publik yang dinilai dari 59 Kabupaten/Kota yang telah ditetapkan sebagai Role Model wilayah penyelenggaraan Pelayanan Publik yang tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Menteri RI Nomor 191 Tahun 2016. Dari Hasil survey dari 59 rumah sakit yang ada di Kabupaten/Kota diperoleh nilai rata-rata 75,29 dan RSUD A.M. Parikesit memperoleh nilai 94, nilai tersebut merupakan nilai tertinggi dari hasil evaluasi.

Penilaian yang telah dilakukan oleh Kementrian PAN &RB ini dilakukan secara komperhensif, mulai dari standar pelayanannya, maklumat pelayanan, pengelolaan pengaduan, inovasi pelayanan publik, sarana prasarana, dan tidak kalah penting juga dilakukannya survey kepuasan masyarakat. Dari situ masyarakat akan memberikan penilaian pada sebuah unit pelayanan, dan menjadi bahan pertimbangan pihak Kementrian PAN&RB untuk melakukan penilaian.

Bupati Kutai Rita Widyasari sangat mengapresiasi kerja keras yang dilakukan oleh seluruh keluarga besar RSUD AM Parikesit untuk melakukan pembenahan layanan yang secara kongkrit dirasakan oleh masyarakat Kutai Kartanegara. Rita berharap agar tidak berpuas diri dengan hasil yang dicapai, namun terus berinovasi untuk mencapai kemudahan pelayanan bagi masyarakat.

Direktur RSUD AM Parikesit Martina Yulianti juga berterimakasih kepada seluruh jajarannya, karena ini merupakan hasil kerja tim yang solid di dasari dengan komitmen positif untuk terus menerus mengeksplorasi peluang-peluang terhadap kemudahan pelayanan melalui pemendekan alur proses yang berbelit-belit, penghematan waktu layanan, kemudahan mengakses pelayanan yang berujung pada kepuasaan masyarakat. Martina juga menegaskan bahwa sebagai aparatur yang bekerja di institusi pelayanan publik harus menyadari benar tugasnya dalam melayani masyarakat, apalagi di RS yang dilayani adalah masyarakat yang lemah (orang sakit).

Kegiatan ini juga dirangkai dengan kegiatan workshop peningkatan kualitas pelayanan publik yang bertujuan memberikan pengayaan serta pencerahan kepada peserta workshop tentang upaya peningkatan kualitas pelayanan dengan pembicara Walikota Semarang, Dr Imam Budi Prasodjo PhD serta Dr Aviliani SE Msi yang merupakan akademisi dari Universitas Indonesia. (cnd)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download