PRESS RELEASE REMUNERASI & PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI RSUD A. M. PARIKESIT, TENGGARONG SEBERANG PRESS RELEASE REMUNERASI & PENGADAAN ALAT KESEHATAN DI RSUD A. M. PARIKESIT, TENGGARONG SEBERANG
07/10/2016 06:37 WITA



Berkaitan dengan persoalan tuduhan korupsi kepada pihak RSUD A. M. Parikesit Tenggarong Seberang tentang alat bor sebagai peralatan medis yang digunakan oleh spesialis bedah tulang, dengan ini kami memberikan penjelasan sebagai berikut :

1. Tuduhan korupsi pengadaan alat bor adalah TIDAK BENAR. Pengadaan alat bor ortopedi baru dilakukan pada tahun 2016 dan BELUM PERNAH dianggarkan pada tahun sebelumnya. Hal ini disebabkan karena pada tahun 2015 alokasi anggaran digunakan untuk pengadaan alat bor bedah plastik.


2. Perlu kami sampaikan pengajuan permintaan alat bor diajukan oleh dokter spesialis ortopedhi pada tanggal 3 Mei 2016 dan segera dilakukan pemesanan pada PT. Transmedik Indonesia pada tanggal 9 Juni 2016. Alat yang dipesan datang pada tanggal 1 September 2016 dan dilakukan pemeriksaan serta uji fungsi barang sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan Fisik Barang 445/6698/682/IX/2016 Tanggal 1 September 2016 dan telah diserah terimakan ke instalasi CSSD untuk dilakukan penempatan pada tanggal 2 September 2016 dan telah mulai digunakan pertama kali pada tanggal 9 September 2016.
Bahkan sebelum alat bor ortopedhi yang dipesan datang pihak penyedia telah meminjamkan peralatan medis tersebut per tanggal 17 Juni 2016.


3. Perlu diinformasikan bahwa harga alat bor pada tahun 2015 berada pada kisaran di atas Rp.1 milyar dan setelah masuk di dalam E-Catalog di tahun 2016 menjadi Rp. 848,170,840.46. Berdasarkan ketentuan hukum, maka pihak RSUD A. M. Parikesit Tenggarong Seberang melakukan transaksi pengadaan alat bor tersebut melalui E-Catalog. Pengadaan alkes tersebut tercatat pada lembar kontrak No. 445/4737/029/447/VI/2016 Tanggal 9 Juni 2016. Perihal Kegiatan Pengadaan Alat Kedokteran Bedah.

4. Pada kenyataannya memang digunakan alat bor yang dimaksud dalam berita tersebut, namun hal itu tidak menjadi masalah karena yang terpenting adalah peralatan yang digunakan STERIL dan dalam prakteknya banyak rumah sakit menggunakan peralatan yang sama. Hal ini juga dibenarkan oleh ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Bedah Ortopedi (PABOI) Cabang Kaltim, Dr. Adi Aryanto, Sp. OT-Spine. Ketua PABOI CAbang Kaltim juga telah melayangkan surat pemanggilan kepada dokter spesialis bedah tulang di RSUD A. M. Parikesit Tenggarong Seberang pada tanggal 15 september 2016 untuk meminta klarifikasi, namun yang bersangkutan tidak memenuhi panggilan.


5. Permasalahan berkaitan denga peralatan bor ortopedi bermula dari somasi yang dilayangkan oleh dokter spesialis ortopedi kepada direktur RSUD A. M. Parikesit setelah mendapat surat panggilan dalam rangka pembinaan yang bersangkutan sebagai Aparatur Sipil Negara. Hal ini disebabkan karena banyak sekali keluhan dari pasien/keluarga pasien terhadap pelayanan dokter yang bersangkutan terkait dengan kedisiplinan dan cara pelayanan yang diberikan. Namun dokter yang bersangkutan berdalih tidak dapat bekerja dengan baik karena peralatan yang ada dinilai tidak memadai. Namun setelah bor ortopedi yang diminta yang bersangkutan datang, ternyata komplain terhadap yang bersangkutan tetap tinggi.
(hms)

Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download