Karyawan RSUD AM Parikesit Dilatih Tanggap Darurat dan Evakuasi Bencana Kebakaran Karyawan RSUD AM Parikesit Dilatih Tanggap Darurat dan Evakuasi Bencana Kebakaran
25/07/2016 07:51 WITA



Kebakaran adalah risiko yang bisa terjadi di rumah sakit. Karenanya pada setiap rumah sakit harus membutuhkan rencana bagaimana menjamin penghuni rumah sakit tetap aman sekalipun terjadi kebakaran atau adanya asap. Selain melakukan evakuasi terhadap pasien, petugas juga berkewajiban bisa melakukan pemadaman api menggunakan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan Hydrant sebelum petugas yang berwajib datang untuk melakukan pemadaman api tersebut. hal ini bertujuan untuk memininalisir kebakaran semakin meluas.
Untuk Itu komite keselamatan dan kesehatan kerja RSUD A.M. Parikesit menggelar pelatihan tanggap tarurat dan evakuasi kebakaran yang diikuti oleh 240 karyawan rumah sakit pada tanggal 19-21 Juli 2016 di Auditorium dan dibeberapa titik di gedung rumah sakit.

dr. Mauritz Silalahi, Sp.P Selaku Wakil Direktur Pelayanan RSUD A.M. Parikesit di saat membuka acara menjelaskan, kegiatan ini dilakukan untuk melatih dan meningkatkan kemampuan para petugas rumah sakit dalam melakukan evakuasi pasien dan keluarga pasien apabila terjadi musibah.

Pelatihan ini juga sebagai syarat akreditasi rumah sakit sesuai dengan Undang-Undang No 44 Tahun 2009. Sesuai dengan syarat yang telah ditetapkan, rumah sakit harus mengatur manajemen fasilitas dan keselamatan. Dalam hal ini rumah sakit merencanakan dan melaksanakan program untuk memastikan bahwa seluruh penghuni rumah sakit aman dari musibah kebakaran, asap atau kedaruratan lainnya dalam lingkungan rumah sakit.

RSUD A.M. Parikesit berkeja sama dengan PT Artco sebagai narasumber dan trainer dalam kegiatan ini. Menjadi pokok penyampaian teori dalam pelatihan ini adalah tentang sumber dan penyebab kebakaran, pengendalian oleh pengelola dan penggunaan gedung, tindakan pemadaman dan penyelamatan kebakaran, hingga cara penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan) dan Hydrant.

Setelah penyampaian teori selesai, peserta di ajak untuk malakukan praktek penggunaan APAR dan hydrant, yang terletak di halaman gedung Rajawali RSUD A.M. Parikesit. Pada setiap gedung dan halaman RSUD A.M. Parikesit sudah memiliki hydrant pilar dan hydrant box sebagai salah satu alat untuk memadamkan kebakaran. Menutup rangkaian pelatihan hari pertama, trainer memperagakan secara langsung bagaimana penggunaan hydrant tersebut.

Masuk pada hari Kedua (22/7.Red) materi yang disampaikan adalah tentang alur evakuasi dan tata cara melakukan evakuasi pasien apabila terjadi sebuah musibah dengan menggunakan jalur evakuasi. Kembali kegiatan ini peserta diharuskan praktek secara langsung mengevakuasi pasien melalui jalur dan penanganan yang benar.

Komite Keselamatan dan Kesehatan Kerja RSUD A.M. Parikesit sudah menyiapkan lokasi dan alat peraga simulasi dalam kegiatan ini. Dalam prakteknya peserta dituntut melakukan evakuasi pasien dan keluarga pasien dari gedung Elang Lt.3 hingga ke titik kumpul yang sudah ditetapkan oleh Komite Keselamatan dan kesehatan kerja rumah sakit. Dan tentunya jalur dan tata cara yang dipakai sudah sesuai dengan standar akreditasi yang ditetapkan.

Sebagai penutup kegiatan pada hari terakhir, materi yang disampaikan adalah penanganan evakuasi pasien di ruang rawat inap RSUD A.M. Parikesit, peserta di ajarkan bagaimana melakukan alur penanganan dan evakuasi pasien beserta keluarga melalui tangga darurat ketika terjadi musibah kebakaran. Petugas atau karyawan rumah sakit berkewajiban untuk melaporkan sebuah temuan sumber api/asap yang terdeteksi dengan alur yang benar, sehingga bisa meminimalisir sebuah musibah yang terjadi.

Beberapa urutan penanganan yang dilakukan petugas adalah, petugas yg pertama kali menemukan kepulan asap atau titik api melaporkan kepada kepala ruangan selaku penanggung jawab ruangan, kepala ruangan menghubungi kepala ERT ( Emergency Respon Team ) dan posko kebakaran untuk segera melakukan pemadaman dititik api. Setelah beberapa saat dilakukan usaha pemadaman dengan menggunakan APAR dan hydrant tidak berhasil maka team evakuasi mempersiapkan evakuasi penghuni gedung melalui tangga darurat dengan terlebih dahulu, petugas melakukan triage dan penjelasan agar pasien, pengunjung dan petugas tidak berlari cukup berjalan cepat mengikuti jalur evakusi yang telah ditentukan team evakuasi sampai ke titik kumpul ( assembly point ).

Kedepannya komite keselamatan dan kesehatan kerja RSUD A.M. Parikesit berencana akan membuat evakuasi tanggap darurat yang real time untuk melihat respon time terhadap tanggap bencana dengan gabungan semua elemen kode emergency kode merah, biru, kuning dan putih.
Dengan program ini pula rumah sakit akan memastikan bahwa seluruh pasien dan keluarga pasien serta penghuni lainya aman dari kebakaran, asap atau kedaruratan lainya. Dan diharapkan kedepanya seluruh petugas akan dilatih tentang tanggap darurat dan evakuasi kebakaran sehingga RSUD A.M. Parikesit akan memenuhi standar akreditasi yang telah ditetapkan.
(cnd)



Pendaftaran Online

Saran/Kritik

Akreditasi

Konsultasi Kesehatan

Pojok Zona Integritas

Whistleblowing System

Unit Pengendalian Gratifikasi

PPID

Download